MENU Friday, 17 Apr 2026
x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH TETAPT NYAMAN & PENUH PESONA [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [B#NEWS] MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [B#NEWS]

Pemkab Beltim Dukung Proses Perumusan Hari Jadi Kecamatan Gantung

6 minutes reading
Monday, 22 Dec 2025 23:50 249 BerageNews.Com

BerageNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses perumusan Hari Jadi Gantung.

Kegiatan yang bertujuan untuk menentukan momen bersejarah bagi kecamatan Gantung ini tidak hanya dilakukan dengan cara formal, tetapi juga melibatkan kajian historis yang kuat, serta perspektif sosial, budaya, dan kemasyarakatan yang luas.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Beltim, Zikril, yang hadir mewakili Bupati Beltim, Kamarudin Muten, dalam kegiatan perumusan Hari Jadi Gantung di Ruang Pertemuan Kantor Camat Gantung pada Kamis (18/12/2025).

Perumusan Hari Jadi Gantung, menurut Zikril, harus dilakukan secara cermat, penuh tanggung jawab, dan berlandaskan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Lebih lanjut, Zikril menekankan bahwa proses ini perlu memperhatikan berbagai aspek, tidak hanya sejarah, namun juga budaya dan sosial masyarakat setempat.

“Kami berharap Tim Perumus bekerja dengan cara yang inklusif dan kolaboratif, mengutamakan musyawarah mufakat, dan menjaga kepentingan masyarakat secara luas. Hasil perumusan ini harus bisa diterima oleh semua pihak dan benar-benar menjadi milik bersama,” jelasnya.

Menurutnya, penetapan hari jadi suatu daerah bukan hanya soal menentukan tanggal dan tahun, tetapi juga merupakan pencerminan dari identitas dan jati diri suatu daerah. Hari Jadi Gantung harus mencerminkan perjalanan sejarah, perjuangan para pendahulu, dan cita-cita serta harapan generasi masa depan.

Dengan demikian, penetapan Hari Jadi Gantung bukan hanya sebuah peringatan, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan masyarakat Gantung.

“Saya berharap agar perumusan ini dapat diselesaikan dengan baik, sehingga nantinya bisa menjadi dasar yang kuat bagi Pemkab Beltim dalam menetapkan dan memperingati Hari Jadi Gantung secara resmi,” pungkas Zikril di akhir sambutannya.

See also  Sosialisasi Olahraga Rekreasi ; Langkah Strategis Menuju Gaya Hidup Sehat

Hari Jadi Gantung Ditetapkan pada 26 Mei 1851

Pada kesempatan yang sama, Camat Gantung, Dela Wahyudi Rinursyah, bersama Tim Perumus, akhirnya menetapkan tanggal 26 Mei 1851 sebagai Hari Jadi Gantung.

Penetapan tersebut didasarkan pada kajian teoritis yang mendalam, serta melalui proses musyawarah mufakat antara Tim Perumus dan berbagai tokoh masyarakat, agama, serta adat di Kecamatan Gantung.

Tim Perumus yang terlibat dalam proses ini termasuk Firdaus HN, Camat Gantung, serta tujuh Kepala Desa yang ada di Kecamatan Gantung.

Dela menjelaskan bahwa penetapan Hari Jadi Gantung bukanlah hal yang sepele. Proses ini melalui kajian teoritis yang dilakukan oleh tim ahli, di mana kajian tersebut menjadi dasar kuat bagi penetapan hari jadi. “Poin pentingnya adalah dilakukan kajian secara teoritis terkait dengan penentuan hari jadi ini oleh rekan kami, Pak Adiguna.

Kajian teoritis tersebut menjadi dasar bahwa penetapan hari jadi Gantung bukan hanya sekedar menetapkan tanggal, bulan, dan tahun saja, tetapi memang ada momen bersejarah pada tanggal tersebut, sehingga penentuan ini bisa dibuktikan dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Dela dengan penuh keyakinan.

Proses perumusan Hari Jadi Gantung ini juga tidak hanya berfokus pada aspek sejarah semata, tetapi juga bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Dengan adanya perumusan ini, diharapkan bisa mendorong semangat kolaborasi antara tujuh desa yang ada di Kecamatan Gantung untuk saling mendukung dan bersinergi dalam berbagai bidang.

“Di Kecamatan Gantung ada dua desa yang memiliki potensi besar, yaitu Desa Lenggang dengan potensi wisata Replika SD Laskar Pelangi dan Desa Limbongan yang didaulat menjadi desa budaya. Di antara dua desa tersebut diperlukan dukungan dari lima desa lainnya,” kata Dela.

See also  Rajo Ameh Canangkan Tahun 2026, Sebagai Tahun Berantas Pungli di Sekolah

Ia melanjutkan, “Dengan adanya momentum Hari Jadi ini, kami berharap kolaborasi antar desa bisa terwujud melalui event tahunan Hari Jadi Gantung, sehingga setiap desa merasa memiliki peran dan kontribusi dalam perayaan tersebut.”

Hari Jadi Gantung: Sebuah Landasan untuk Pengembangan Potensi Lokal

Tidak hanya sebagai ajang perayaan, perumusan Hari Jadi Gantung juga diharapkan menjadi sebuah titik awal bagi masyarakat Gantung untuk menggali potensi lokal yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Dela berharap momentum ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan bisa memberikan dampak nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara yang diharapkan adalah dengan memanfaatkan potensi yang ada, baik itu di bidang produk UMKM, pariwisata, hingga kebudayaan lokal.

“Kami berharap peringatan Hari Jadi ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih menggali potensi yang ada di Kecamatan Gantung, seperti potensi produk UMKM, wisata, dan budaya.

Kami juga ingin momentum ini menjadi landasan untuk merubah pola kehidupan masyarakat, agar lebih fokus pada peningkatan potensi lokal yang selama ini belum terlihat atau dimanfaatkan dengan maksimal,” kata Dela dengan harapan besar.

Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Dela Wahyudi Rinursyah dan Tim Perumusnya juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami arti penting dari Hari Jadi Gantung.

Tidak hanya sebagai perayaan, namun sebagai refleksi dari perjalanan sejarah yang panjang, serta sebagai pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para pendahulu.

Kolaborasi Antar Desa sebagai Kunci Keberhasilan

Kehadiran tujuh desa yang terlibat dalam penentuan Hari Jadi Gantung menjadi bagian penting dari keseluruhan proses ini. Dalam hal ini, kekuatan kolaborasi antar desa menjadi kunci utama.

See also  Honorer Selama 13 Tahun, Usai Dilantik P3K ; Pria Ini Berlari Sepanjang 10km

Dengan potensi yang beragam antara satu desa dengan desa lainnya, diharapkan tercipta sinergi yang saling menguntungkan. Desa Lenggang dengan wisata Replika SD Laskar Pelangi dan Desa Limbongan sebagai desa budaya menjadi contoh konkret bagaimana setiap desa dapat menyumbangkan kekuatannya.

Adapun lima desa lainnya yang ikut berpartisipasi dalam proses ini, diharapkan dapat turut serta dalam pembangunan dan pengembangan potensi daerah melalui kolaborasi yang erat.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan potensi lokal yang ada, kolaborasi antar desa akan semakin memperkuat identitas dan keunikan Kecamatan Gantung di mata masyarakat luas, bahkan tingkat nasional.

Harapan Masa Depan

Ke depannya, peringatan Hari Jadi Gantung diharapkan dapat menjadi momen penting dalam memperkuat rasa kebersamaan dan identitas masyarakat setempat. Dalam setiap tahunnya, momentum ini tidak hanya diharapkan menjadi acara seremonial yang meriah, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi lokal Gantung ke dunia luar.

Melalui perayaan Hari Jadi Gantung yang dilaksanakan dengan meriah dan penuh makna, masyarakat Gantung dapat lebih dikenal, baik dari sisi budaya, pariwisata, maupun produk UMKM yang dimiliki.

“Peringatan Hari Jadi Gantung bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik.

Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait, kita bisa mengembangkan potensi yang ada di Kecamatan Gantung dan menjadikannya sebagai kekuatan yang bisa berkontribusi untuk kemajuan Belitung Timur,” tutup Dela Wahyudi Rinursyah.

Dengan demikian, melalui perumusan Hari Jadi Gantung yang cermat, inklusif, dan berbasis pada kajian historis yang kuat, Pemkab Belitung Timur tidak hanya berusaha untuk memperingati sejarah, tetapi juga membangun masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Gantung dan Belitung Timur pada umumnya. | BerageNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Viewed Posts

LAINNYA
x