MENU Friday, 17 Apr 2026
x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH TETAPT NYAMAN & PENUH PESONA [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [B#NEWS] MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [B#NEWS]

Budiar Serahkan Penghargaan Uji Coba MBG Pola Gotong Royong

6 minutes reading
Thursday, 25 Dec 2025 02:40 208 BerageNews.Com

BerageNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Dalam upaya memperkuat kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak sekolah, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si, secara resmi menyerahkan penghargaan kepada empat sekolah yang telah sukses melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola gotong royong.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan pada acara Rapat Koordinasi Sinergi dan Optimalisasi Program MBG Menuju Kabupaten Malang Zero Keracunan yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Empat sekolah yang mendapatkan penghargaan atas partisipasi aktif dan keberhasilan dalam melaksanakan program ini adalah:

1. SD Negeri Penarukan, Kecamatan Kepanjen
2. SD Negeri 3 Ngadirejo, Kecamatan Kromengan
3. SMP Negeri 2 Gondanglegi
4. SMP Negeri 1 Poncokusumo

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Budiar, yang hadir mewakili Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M, menyampaikan pesan penting mengenai tujuan dan manfaat dari program MBG yang dilaksanakan di Kabupaten Malang.

Tujuan Utama Program Makan Bergizi Gratis

Dr. Budiar menekankan bahwa Program MBG merupakan bagian dari Badan Gizi Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan anak sekolah.

Salah satu tujuan utama dari program ini adalah untuk mengurangi stunting serta menutrisi generasi penerus bangsa agar lebih sehat dan produktif. Selain itu, program MBG juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang sangat krusial untuk menciptakan SDM Indonesia yang produktif dan memiliki daya saing tinggi.

“Harapannya, melalui program ini, kita dapat mewujudkan SDM Indonesia yang lebih berkualitas, siap menghadapi persaingan global, dan berperan aktif dalam strategi menuju Indonesia Emas tahun 2045,” ungkap Dr. Budiar di hadapan kepala sekolah dan perwakilan sekolah yang hadir dalam acara tersebut.

See also  Saat Bromo Beristirahat, Dari Penutupan Sementara

Pentingnya meningkatkan kualitas SDM ini tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, tetapi juga melalui pemenuhan gizi yang optimal sejak usia dini dan di sepanjang masa pertumbuhan. Dengan tubuh yang sehat dan cukup gizi, anak-anak sekolah dapat lebih fokus dalam belajar dan berkembang, sehingga mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Pola Gotong Royong sebagai Konsep Keberlanjutan Ekonomi

Salah satu hal yang menarik dari Program MBG ini adalah penerapan pola gotong royong yang menjadi konsep utama dalam pelaksanaan program. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada anak-anak sekolah dalam bentuk makan bergizi, tetapi juga melibatkan berbagai pihak dalam masyarakat seperti petani, peternak UMKM, dan pemasok bahan baku lokal.

Dalam paparannya, Dr. Budiar menegaskan bahwa pola gotong royong dalam pelaksanaan program ini menciptakan multi efek ekonomi, baik dalam sektor pendidikan, gizi, dan perekonomian lokal.

Proses ini menciptakan sirkulasi ekonomi yang melibatkan banyak sektor, mulai dari peningkatan gizi anak-anak hingga penyerapan tenaga kerja dan belanja bahan makanan yang melibatkan pembudidaya, peternak, petani, pekebun, serta koperasi dan Bumdes.

“Program MBG ini memberikan efek berantai yang sangat besar. Peningkatan pengeluaran di sektor bahan makanan, misalnya, dapat mendorong peningkatan sektor lain seperti pertanian dan peternakan. Ini adalah contoh konkret dari ekonomi yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat secara langsung,” jelas Dr. Budiar.

Pola gotong royong ini juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, karena UMKM lokal, koperasi, dan Bumdes terlibat dalam penyediaan bahan makanan yang dibutuhkan dalam program MBG.

Dengan cara ini, perputaran ekonomi lokal di Kabupaten Malang dapat terus berkembang, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif pada perekonomian daerah secara keseluruhan.

Tantangan dan Komitmen untuk Sukses Program MBG

See also  Pelabuhan Manggar Bersiap Sambut Gelombang Rindu Lebaran

Sebelum memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang berprestasi, Dr. Budiar juga mengingatkan bahwa program MBG bukanlah sebuah program yang bisa dijalankan dengan mudah tanpa adanya tantangan.

Seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri dalam sebuah kegiatan sebelumnya, setiap daerah harus melaksanakan program ini dengan serius, karena ada sanksi yang akan dikenakan bagi kabupaten atau kota yang tidak melaksanakannya dengan baik.

“Program MBG ini harus sukses. Jika Kabupaten Malang atau kota/kabupaten lainnya tidak melaksanakannya dengan baik, maka akan ada sanksi yang diterima. Ini adalah arahan yang jelas dari pemerintah pusat,” tegas Dr. Budiar.

Namun, beliau juga memberi apresiasi kepada sekolah-sekolah yang telah berhasil menjalankan program ini, meskipun banyak tantangan yang dihadapi.

Menurutnya, keberhasilan program MBG di Kabupaten Malang menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya pihak sekolah, sudah semakin sadar akan pentingnya peran serta dalam peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah. Pencapaian ini perlu terus ditingkatkan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan masyarakat dalam program serupa.

Peran Strategis Program MBG dalam Menurunkan Angka Stunting

Salah satu tujuan besar dari program MBG adalah menurunkan angka stunting di Indonesia. Stunting adalah masalah serius yang berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan mental anak-anak, yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Melalui program makan bergizi gratis ini, diharapkan anak-anak yang menjadi penerima manfaat dapat mendapatkan asupan gizi yang seimbang, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan.

“Program ini sangat penting dalam rangka menurunkan angka stunting yang masih menjadi tantangan besar di banyak daerah. Jika anak-anak mendapatkan gizi yang cukup sejak dini, mereka akan tumbuh dengan lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing di dunia global,” ujar Dr. Budiar.

Keberhasilan program MBG di Kabupaten Malang tentunya juga akan memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian Zero Stunting di masa depan.

See also  Pemkab Belitung & BPS Perkuat Pembangunan Berbasis Data

Dengan adanya pola gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku usaha lokal, kita bisa memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Malang mendapatkan gizi yang memadai untuk tumbuh berkembang dengan baik.

Mendorong Optimalisasi Program MBG untuk Keberlanjutan Pembangunan Daerah

Dalam sesi rapat koordinasi yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah, Kepala SPPG se-Kabupaten Malang, serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Dr. Budiar mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam mengoptimalkan pelaksanaan program MBG.

Ia berharap agar setiap sekolah dan lembaga terkait dapat semakin menyempurnakan pelaksanaan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh semua anak-anak sekolah, terutama di daerah-daerah yang lebih terpencil.

“Semangat gotong royong yang telah kita bangun harus terus dipelihara dan dikembangkan. Kita harus bekerja bersama untuk memastikan bahwa program MBG ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi generasi penerus bangsa,” pungkas Dr. Budiar.

Menuju Kabupaten Malang yang Lebih Sehat dan Sejahtera

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang bukan hanya sekedar program pemerintah, tetapi juga cerminan dari semangat kebersamaan dan gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dengan keberhasilan pelaksanaan program ini, Kabupaten Malang semakin dekat dengan visi untuk mewujudkan Zero Keracunan dan mengurangi angka stunting, serta menciptakan SDM Indonesia yang lebih produktif dan berdaya saing tinggi.

Melalui program ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Malang.

Dengan semangat yang terus berkembang, Kabupaten Malang siap untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. | BerageNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Viewed Posts

LAINNYA
x