MENU Friday, 17 Apr 2026
x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH TETAPT NYAMAN & PENUH PESONA [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [B#NEWS] MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [B#NEWS]

Gempa M 5,5 Guncang Bengkulu ; Warga Panik & Tidak Ada Kerusakan Berat

6 minutes reading
Friday, 26 Dec 2025 03:38 270 BerageNews.Com

BerageNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Gempa dengan magnitudo (M) 5,5 mengguncang wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma pada Sabtu (3/7), pukul 20:09 WIB. Guncangan yang terasa kuat dalam beberapa detik tersebut membuat sejumlah warga terkejut dan panik.

Sebagian masyarakat langsung berlarian keluar rumah untuk menghindari potensi bahaya. Meskipun terjadi kepanikan, laporan sementara menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu melaporkan bahwa getaran gempa hanya berlangsung sekitar 3 detik. Meski demikian, warga merasa cemas dan segera keluar dari rumah mereka.

“Kami langsung melakukan monitoring di lapangan. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan,” kata salah satu pejabat BPBD Kota Bengkulu. Pihak BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi terkini.

Sementara itu, di Kabupaten Seluma, BPBD setempat juga melaporkan bahwa guncangan gempa dirasakan lebih ringan. Warga di kabupaten ini merasakan guncangan dengan durasi yang serupa, namun tidak menimbulkan kepanikan seperti di Kota Bengkulu. Meskipun demikian, petugas BPBD di wilayah ini tetap melakukan pemantauan guna memastikan keselamatan masyarakat.

Gempa Bumi M5,5: Lokasi dan Kedalaman

Berdasarkan informasi yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini terjadi di kedalaman 60 kilometer dengan episenter terletak 41 kilometer barat daya Seluma dan 63 kilometer tenggara Kota Bengkulu. Meskipun gempa ini dirasakan cukup kuat oleh warga, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pusat gempa ini terletak di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, yang menjadi penyebab utama gempa dangkal ini. BMKG menyatakan bahwa mekanisme gempa tersebut merupakan pergerakan naik (thrust fault).

See also  Intensitas Hujan Tinggi ; Tanggul Jebol Demak Dikepung Air

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault, yang merupakan jenis pergerakan gempa yang sering terjadi di kawasan subduksi,” kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, M.Si., dalam siaran persnya.

Menurut BMKG, berdasarkan pengukuran skala MMI (Modified Mercalli Intensity), guncangan gempa ini menghasilkan intensitas IV MMI di daerah Manna (Bengkulu Selatan), III MMI di Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Argamakmur, Kepahiang, dan Curup, serta II MMI di beberapa daerah lain seperti Enggano, Liwa, dan Mukomuko.

Intensity IV MMI menggambarkan guncangan yang dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, gerabah yang pecah, serta jendela dan pintu yang berderik. Meskipun demikian, BMKG menegaskan bahwa meskipun gempa ini dirasakan cukup kuat, dampaknya relatif terbatas.

Pantauan BMKG: Tidak Ada Gempa Susulan

Sampai dengan pukul 20:37 WIB, BMKG melaporkan bahwa tidak ada gempa susulan atau aftershock yang terdeteksi. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi warga yang merasa khawatir akan kemungkinan adanya guncangan berikutnya.

Pihak BMKG juga menyatakan bahwa meskipun gempa tersebut cukup kuat, namun tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan di Kota Bengkulu atau daerah lainnya yang terdampak. BMKG terus memantau kondisi di lapangan dan akan memberikan informasi lebih lanjut jika terjadi perubahan situasi.

Potensi Bahaya Gempa di Provinsi Bengkulu

Provinsi Bengkulu merupakan wilayah yang memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 10 kabupaten di Provinsi Bengkulu, termasuk Kota Bengkulu, berada pada kategori wilayah dengan potensi gempa yang cukup tinggi.

Sebagian besar kabupaten ini terletak di wilayah yang berbatasan langsung dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

See also  Pemprov Babel Klarifikasi Polemik Pengadaan Mobiler Rumah Dinas Wagub

Di Kota Bengkulu, sebanyak 9 kecamatan yang tersebar di wilayah seluas 18.671 hektar masuk dalam kategori potensi gempa bumi sedang hingga tinggi. Dalam hal ini, sekitar 351.000 orang terpapar potensi bahaya gempa bumi.

“Kami terus mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, apalagi mengingat provinsi ini berada di jalur gempa aktif. Oleh karena itu, edukasi mengenai mitigasi bencana harus terus dilakukan,” ungkap Kepala BPBD Kota Bengkulu.

Selain itu, dalam upaya mengurangi dampak gempa, pihak berwenang juga terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memiliki kesiap-siagaan bencana. Hal ini mencakup pengetahuan tentang cara-cara menyelamatkan diri saat gempa, serta cara membangun rumah yang lebih tahan terhadap gempa.

BPBD dan BMKG juga terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas sistem peringatan dini serta memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di seluruh wilayah Bengkulu.

Dampak Gempa: Tidak Ada Korban Jiwa

Sementara itu, hingga Sabtu malam, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) terus memonitor perkembangan pascakejadian melalui koordinasi dengan BPBD setempat.

Hingga saat ini, laporan yang diterima menunjukkan bahwa tidak ada korban jiwa akibat gempa M5,5 tersebut. Sebagian besar dampak yang timbul lebih terkait dengan kepanikan warga dan kerusakan minor, seperti barang-barang rumah tangga yang jatuh.

Namun demikian, BNPB mengingatkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa pada kejadian ini, potensi kerusakan fisik pada bangunan tetap perlu diwaspadai.

Banyak korban gempa yang disebabkan oleh reruntuhan bangunan yang tidak tahan terhadap guncangan, oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk memperhatikan struktur bangunan yang aman dan mengikuti panduan konstruksi yang disarankan oleh pihak berwenang.

Pentingnya Waspada Terhadap Gempa Susulan

Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan yang bisa saja terjadi. Meskipun BMKG hingga kini belum melaporkan adanya aktivitas gempa susulan, namun masyarakat di daerah rawan gempa, termasuk di Bengkulu, harus selalu siap menghadapi segala kemungkinan.

See also  Malam Natal 2025 ; Young Syefura Othman Bagikan Kasih Sayang & Kepedulian

BNPB juga mengingatkan bahwa langkah mitigasi bencana harus dimulai dari tingkat keluarga dan komunitas. Membekali diri dengan pengetahuan tentang langkah-langkah yang harus diambil saat terjadi gempa adalah salah satu cara efektif untuk meminimalkan risiko bahaya.

Hal ini meliputi mengetahui titik aman di dalam rumah, serta mengetahui jalur evakuasi yang dapat digunakan dalam situasi darurat.

Menjaga Kesiapan dan Kolaborasi untuk Mengurangi Risiko

Gempa M5,5 yang mengguncang Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana alam, khususnya gempa bumi. Meskipun hingga saat ini tidak ada kerusakan besar maupun korban jiwa, masyarakat harus tetap waspada dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan adanya gempa susulan.

Pemerintah dan lembaga terkait, seperti BMKG dan BPBD, terus berkoordinasi untuk memastikan informasi yang akurat dan terkini sampai ke masyarakat. Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam memitigasi dampak gempa.

Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya gempa serta kesiapan fisik dan mental, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bencana ini.

Gempa ini juga menegaskan pentingnya pengetahuan mengenai cara membangun rumah yang tahan gempa, serta pentingnya edukasi tentang mitigasi bencana. Di masa depan, dengan meningkatnya kesadaran dan kesiapan, kita dapat mengurangi kerugian akibat gempa dan melindungi nyawa serta harta benda masyarakat.

Untuk itu, mari terus memperkuat solidaritas, kesiapsiagaan, dan pendidikan bencana di seluruh lapisan masyarakat, agar kita dapat lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana alam yang mungkin terjadi. | BerageNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Viewed Posts

LAINNYA
x