MENU Tuesday, 02 Jun 2026
x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH TETAPT NYAMAN & PENUH PESONA [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [B#NEWS] MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [B#NEWS]

Puncak FTBI ; Upaya Pelestarian Bahasa & Budaya Lokal Belitung

4 minutes reading
Sunday, 9 Nov 2025 11:31 303 BerageNews.Com

BerageNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Di tengah gempuran arus globalisasi dan teknologi, pelestarian bahasa daerah tetap menjadi perhatian serius bagi banyak pihak.

Salah satu langkah nyata untuk menjaga warisan budaya lokal adalah dengan diselenggarakannya Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), yang tahun ini memasuki puncaknya di Ballroom Hotel BW Suite, Belitung.

Festival ini diikuti oleh ratusan pelajar dan guru dari tingkat SD dan SMP di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, menunjukkan betapa besarnya antusiasme masyarakat untuk merayakan dan melestarikan bahasa serta budaya lokal.

FTBI 2025 diisi dengan berbagai lomba yang menguji kemampuan dan kreativitas peserta dalam mendalami dan mengapresiasi bahasa daerah.

Lomba-lomba tersebut meliputi mendongeng, pantun, pidato, menulis cerpen, serta beberapa lomba lain yang memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap bahasa ibu.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa bangga dan kesadaran akan pentingnya bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Revitalisasi Bahasa Daerah : Langkah Strategis yang Terus Berlanjut

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amelia, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan puncak dari upaya revitalisasi bahasa daerah yang telah dimulai sejak tahun 2021.

Dora menegaskan bahwa proses revitalisasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, serta lembaga-lembaga kebudayaan yang berkomitmen untuk menjaga kelestarian bahasa ibu di tengah perubahan zaman.

“Festival ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata dari upaya pelestarian bahasa daerah yang harus terus dilakukan.

See also  Budiar Serahkan Penghargaan Uji Coba MBG Pola Gotong Royong

Kami berharap, melalui festival seperti ini, bahasa ibu tidak hanya dipahami sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai identitas dan bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya kita,” ujar Dora.

Peran Bahasa dan Budaya Lokal dalam Pembangunan Karakter Generasi Muda

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Soebagio, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa kegiatan FTBI sejalan dengan visi pembangunan Belitung, yaitu “Belitung Maju, Inovatif, dan Berkelanjutan sebagai Maritim Kawasan Barat yang Berdaya Saing dan Berbudaya.”

Menurut Soebagio, pelestarian bahasa ibu tidak hanya penting untuk menjaga identitas budaya, tetapi juga untuk memperkuat karakter generasi muda.

“Bahasa dan budaya lokal adalah pilar utama dalam membangun karakter daerah. Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, sangat penting bagi anak-anak untuk tetap mengenal dan memahami siapa diri mereka, dari mana asal mereka, dan bahasa apa yang menjadi nadinya.

Jika bahasa daerah hilang, sebagian dari jati diri bangsa juga akan turut terkikis,” kata Soebagio.

Lebih lanjut, Soebagio menekankan pentingnya generasi muda untuk melestarikan bahasa ibu mereka sebagai bagian dari identitas budaya yang akan memperkaya perjalanan mereka di era global.

“Kita harus menyalakan kembali semangat pelestarian bahasa daerah agar tetap hidup dan tumbuh di hati generasi muda,” tambahnya.

Membangun Kesadaran untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Puncak Festival Tunas Bahasa Ibu ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen generasi muda Belitung dalam mencintai dan memelihara bahasa serta budaya daerah.

Dora Amelia berharap bahwa melalui kegiatan ini, anak-anak Belitung akan semakin merasa terhubung dengan akar budaya mereka dan menjadikan bahasa daerah sebagai bagian penting dari kehidupan mereka sehari-hari, tidak hanya di dalam keluarga dan komunitas, tetapi juga di dunia digital yang semakin mendominasi.

See also  Aksi Penggerebekan Bandar Narkoba di Madina ; Antara Keberanian dan Provokasi

“Generasi muda saat ini berada dalam era digital yang serba cepat, namun dengan menguasai bahasa daerah mereka dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang warisan budaya dan sejarah.

Festival ini juga menunjukkan bahwa bahasa daerah dapat tetap relevan dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman,” tambah Dora.

Langkah Kedepan : Pelestarian yang Harus Terus Berlanjut

Dengan berakhirnya Festival Tunas Bahasa Ibu 2025, upaya pelestarian bahasa daerah tidak boleh berhenti. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa bahasa ibu tetap hidup di kalangan generasi muda, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun dalam berbagai platform media digital.

Tak hanya itu, penting pula untuk terus memperkenalkan keberagaman bahasa daerah di Indonesia sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan.

Festival Tunas Bahasa Ibu ini menunjukkan bahwa pelestarian bahasa daerah bukanlah sebuah upaya yang terpisah dari modernisasi, melainkan dapat menjadi bagian integral dari identitas bangsa yang beradaptasi dengan perubahan zaman.

Dengan semangat ini, diharapkan semakin banyak daerah yang menyelenggarakan kegiatan serupa untuk memupuk rasa cinta dan bangga terhadap bahasa ibu di kalangan generasi muda Indonesia.

Menjaga Warisan Budaya untuk Generasi Masa Depan

Festival Tunas Bahasa Ibu di Belitung bukan hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga menjadi simbol dari upaya kolektif untuk melestarikan bahasa dan budaya daerah. Sebagai pondasi moral dan identitas, bahasa ibu harus tetap hidup dan berkembang, sekaligus menjadi bagian dari kemajuan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk lebih mencintai, melestarikan, dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi mendatang, dengan harapan bahwa bahasa dan budaya lokal akan terus tumbuh dan berkembang di hati masyarakat, terutama generasi muda. | BerageNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Viewed Posts

LAINNYA
x