x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH TETAPT NYAMAN & PENUH PESONA [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [B#NEWS] MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [B#NEWS]

Honorer Selama 13 Tahun, Usai Dilantik P3K ; Pria Ini Berlari Sepanjang 10km

5 minutes reading
Thursday, 1 Jan 2026 12:40 389 BerageNews.Com

BerageNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Media sosial kembali membuktikan kekuatannya sebagai ruang publik yang mampu mengangkat kisah-kisah kemanusiaan sederhana menjadi inspirasi nasional. Di tengah riuh rendah perayaan akhir tahun 2025, sebuah video berdurasi singkat viral di berbagai platform digital.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan seragam lengkap Korpri berlari menyusuri jalan raya dari pusat pemerintahan Kabupaten Bengkulu Utara menuju arah permukiman warga.

Pria itu adalah Defi Susilo, seorang tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Jarak yang ia tempuh tidak main-main: sekitar 10 kilometer, dari Kantor Bupati Bengkulu Utara hingga rumahnya.

Bukan karena hukuman, bukan pula demi sensasi, melainkan sebagai nazar dan ungkapan rasa syukur setelah ia resmi dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu, usai 13 tahun mengabdi tanpa status kepegawaian yang pasti.

Aksi tersebut dilakukan Defi pada Rabu (31/12/2025), sesaat setelah pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata.

Tanpa dikemas secara berlebihan, tanpa pengawalan, dan tanpa panggung, langkah Defi justru mengetuk kesadaran publik tentang arti pengabdian, kesabaran, dan harapan yang selama ini dipikul jutaan tenaga honorer di Indonesia.

Viral Bukan karena Sensasi, tetapi Ketulusan

Dalam era digital yang sering kali dipenuhi konten sensasional, kisah Defi Susilo menjadi pengecualian. Video tersebut menyebar luas karena menyentuh emosi banyak orang.

Kolom komentar dipenuhi ungkapan haru, doa, dan rasa hormat. Banyak warganet mengaku teringat perjuangan orang tua, saudara, atau bahkan diri mereka sendiri yang pernah berstatus honorer.

See also  Dari Jogja ke Bangka, dari Gerilya ke Meja Bundar ; Drama Besar Kedaulatan

Kepada Berita Desa TV, Defi menjelaskan alasan di balik aksinya. Dengan suara tenang dan tanpa nada berlebihan, ia menyampaikan bahwa lari tersebut adalah bentuk pembayaran nazar sekaligus rasa syukur kepada Tuhan.

“Ini nazar saya. Saya bersyukur akhirnya dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu setelah 13 tahun mengabdi. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Bengkulu Utara,” ujar Defi.

Pernyataan singkat itu justru menjadi kekuatan utama kisah ini. Tidak ada keluhan, tidak ada tuntutan, hanya rasa terima kasih dan keikhlasan.

13 Tahun Mengabdi dalam Senyap

Jika ditarik lebih dalam, kisah Defi bukanlah cerita instan. Tiga belas tahun adalah waktu yang panjang—cukup untuk menyaksikan pergantian kebijakan, pergantian pimpinan daerah, serta dinamika birokrasi yang tidak selalu berpihak pada tenaga honorer.

Selama lebih dari satu dekade, Defi menjalani rutinitas kerja dengan status yang kerap berada di wilayah abu-abu. Honor yang terbatas, kepastian masa depan yang samar, serta minimnya jaminan sosial adalah realitas yang dihadapi banyak tenaga honorer di daerah, termasuk Bengkulu Utara.

Namun, Defi memilih bertahan. Ia bekerja, hadir setiap hari, menjalankan tugas sebagaimana aparatur lainnya, meski tanpa seragam Korpri yang dulu mungkin hanya bisa ia kenakan saat-saat tertentu.

Pelantikan sebagai PPPK Paruh Waktu memang belum sepenuhnya setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi bagi Defi, momen itu adalah **pengakuan negara** atas pengabdian yang selama ini dilakukan dalam diam.

Lari sebagai Bahasa Simbolik

Aksi lari sejauh 10 kilometer bukan sekadar aktivitas fisik. Dalam perspektif simbolik, langkah Defi mencerminkan perjalanan panjang yang telah ia lalui: penuh peluh, konsisten, dan membutuhkan daya tahan.

See also  Sekda Beltim Erna Kunondo, Soal MCP ; Beltim Positif tapi Belum Lengkap

Seragam Korpri yang dikenakan menambah makna tersendiri. Seragam itu bukan hanya pakaian dinas, melainkan simbol pengabdian aparatur negara. Dengan mengenakannya saat berlari, Defi seakan menyampaikan pesan bahwa pengabdian tidak berhenti di ruang kantor, tetapi menyatu dengan kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, aksi tersebut juga menjadi refleksi budaya lokal yang masih menjunjung tinggi nilai nazar, syukur, dan kerendahan hati—nilai-nilai yang kerap terpinggirkan di tengah modernisasi birokrasi.

Perspektif Investigatif: Cermin Nasib Tenaga Honorer

Fenomena viral ini membuka kembali diskusi publik tentang nasib tenaga honorer di Indonesia. Data nasional menunjukkan bahwa masih terdapat ratusan ribu tenaga honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun tanpa kepastian status.

Kebijakan pengangkatan PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, menjadi langkah transisi yang penting. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran daerah hingga ketidaksamaan skema antarwilayah.

Kisah Defi Susilo menjadi contoh nyata bahwa di balik kebijakan administratif, terdapat manusia dengan cerita, harapan, dan perjuangan panjang. Ia bukan sekadar angka dalam data kepegawaian, melainkan representasi dari kelompok besar yang menunggu keadilan struktural.

Respons Pemerintah Daerah: Apresiasi dan Momentum

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menyambut positif viralnya kisah Defi. Pelantikan PPPK Paruh Waktu yang dilakukan pada akhir 2025 merupakan bagian dari upaya penataan tenaga non-ASN sesuai kebijakan nasional.

Ucapan terima kasih Defi kepada Bupati Arie Septia Adinata dan Wakil Bupati Bengkulu Utara mencerminkan hubungan emosional antara pimpinan daerah dan aparatur di level bawah.

Meski tidak diwarnai pernyataan resmi yang berlebihan, momen ini menjadi pengingat bahwa kebijakan yang berpihak pada pengabdian akan selalu menemukan jalannya untuk diapresiasi publik.

Inspirasi bagi Generasi Muda dan ASN

See also  Toboh Gadang Barat Siap Jadi Nagari Creative Hub ; Kolaborasi Lintas Sektor

Di tengah citra negatif birokrasi yang kerap diasosiasikan dengan formalitas dan jarak sosial, kisah Defi menghadirkan narasi tandingan. Ia menunjukkan bahwa aparatur negara juga memiliki sisi manusiawi—berjuang, berharap, dan bersyukur dengan cara sederhana.

Bagi generasi muda, cerita ini mengajarkan bahwa kesuksesan tidak selalu datang cepat. Ada proses panjang yang menuntut konsistensi dan integritas. Bagi para ASN dan tenaga honorer lainnya, Defi menjadi simbol bahwa kerja sunyi tetap memiliki nilai, meski tidak selalu terlihat.

Media Sosial sebagai Ruang Edukasi Publik

Viralnya kisah Defi juga menunjukkan potensi media sosial sebagai sarana edukasi publik. Alih-alih sekadar hiburan, platform digital mampu menjadi medium penyebaran nilai-nilai positif: ketekunan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap pengabdian.

Tantangannya ke depan adalah bagaimana narasi-narasi seperti ini tidak berhenti sebagai viral sesaat, tetapi mampu mendorong diskusi kebijakan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Langkah Kecil, Makna Besar

Ketika Defi Susilo tiba di rumahnya setelah menempuh lari sejauh 10 kilometer, mungkin tidak ada sorak sorai, tidak ada panggung megah. Namun, langkahnya telah sampai jauh—menembus layar ponsel jutaan orang di seluruh Indonesia.

Di awal tahun 2026, kisah ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya soal regulasi dan anggaran, tetapi juga tentang pengakuan terhadap ketulusan pengabdian.

Defi Susilo telah membuktikan bahwa rasa syukur dapat diwujudkan dengan cara yang sederhana namun bermakna. Dan dari Bengkulu Utara, sebuah pesan mengalir ke seluruh negeri: bahwa kesabaran yang dijalani dengan ikhlas, pada waktunya, akan menemukan jalannya sendiri. | BerageNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Viewed Posts

LAINNYA
x