MENU Tuesday, 02 Jun 2026
x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH TETAPT NYAMAN & PENUH PESONA [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [B#NEWS] MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [B#NEWS]

Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Angin Kencang & Gelombang Tinggi

6 minutes reading
Wednesday, 14 Jan 2026 08:33 246 BerageNews.Com

BerageNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ *Peristiwa dramatis yang melibatkan dua nelayan asal Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, memberikan pelajaran berharga tentang ketangguhan manusia dalam menghadapi tantangan alam dan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.

Kejadian yang berlangsung pada Selasa petang, 13 Januari 2025, tidak hanya menunjukkan keberanian, tetapi juga bagaimana sinergi antar lembaga dan masyarakat mampu mencegah tragedi yang lebih besar.*

Cuaca Buruk dan Kejadian Tak Terduga di Perairan Tobaku

Sultan (40) dan Nawa (39) adalah dua nelayan yang menjalani profesi penuh risiko di Perairan Tobaku. Seperti biasa, keduanya berlayar untuk mencari ikan di perairan Desa Lanipa-nipa, Kecamatan Lasusua. Keberanian mereka menjadi contoh nyata dari ketangguhan para nelayan yang tak kenal takut menghadapi luasnya lautan, meskipun dengan risiko yang mengintai.

Namun, siapa yang bisa menduga bahwa cuaca akan berubah begitu cepat? Sebelum pukul 18.00 Wita, keduanya masih berlayar dengan tenang. Namun, menjelang waktu magrib, cuaca yang sebelumnya relatif bersahabat mendadak berubah drastis.

Angin kencang disertai gelombang tinggi menghantam perahu mereka tanpa peringatan. Kejadian ini terjadi dengan sangat cepat dan mendalam, mengubah suasana yang sebelumnya tenang menjadi mencekam.

Sekira pukul 18.00 Wita, angin yang datang begitu kuat disertai ombak besar menghempas perahu Sultan dan Nawa hingga terbalik. Atap kapal tersapu ombak dan perahu itu terbalik dalam sekejap. Dalam kondisi tersebut, Sultan dan Nawa terjebak dalam terombang-ambingnya lautan yang ganas, dengan jarak yang cukup jauh dari daratan.

Kepanikan, Keberanian, dan Usaha Bertahan Hidup

Dalam situasi yang sangat kritis, Sultan dan Nawa berusaha bertahan hidup sebaik mungkin. Sultan, yang dalam kepanikan masih mencoba menyelamatkan barang penting, berusaha mencari ponselnya yang sempat terlepas ke laut. Dalam kondisi terbalik dan terombang-ambing di tengah gelombang, Sultan masih berpikir untuk menghubungi pihak yang dapat menolong mereka.

See also  Energi Banteng dari Rakyat, Gerakan Kolaborasi yang Menggerakkan Inovasi

“Saat itu, yang saya pikirkan hanya satu: bagaimana bisa menghubungi orang di darat. Saya langsung cari HP saya,” ujar Sultan dengan penuh rasa syukur, mengenang saat-saat penuh ketegangan itu.

Beruntung, ponsel yang digunakan Sultan dilengkapi dengan pelindung tahan air, sehingga meskipun sempat terlepas ke laut, ponsel tersebut masih bisa digunakan. Dengan tekad kuat untuk bertahan hidup dan berharap ada yang mendengarnya, Sultan segera menghubungi seorang rekannya yang bertugas di Polres Kolaka Utara.

“Alhamdulillah, tersambung. Saya disuruh tetap tenang dan menunggu pertolongan,” kata Sultan dengan nada lega, namun masih terguncang oleh kejadian yang baru saja dialaminya.

Sementara itu, Nawa yang berada di sisi lain perahu, mencoba membalikkan perahunya yang terbalik. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Di tengah ombak yang tinggi, Nawa berteriak meminta pertolongan sambil berpegangan pada perahu yang terbalik. Selama hampir satu jam, keduanya terombang-ambing dalam keganasan laut, berusaha bertahan hidup dengan segala upaya.

Respon Cepat Polres Kolaka Utara: Sinergi yang Menyelamatkan Nyawa

Penyelamatan Sultan dan Nawa tidak akan terwujud tanpa adanya respons cepat dari aparat keamanan yang siap siaga.

Begitu mendengar kabar adanya kecelakaan laut yang melibatkan dua nelayan tersebut, Polres Kolaka Utara yang saat itu tengah melaksanakan patroli rutin di Perairan Tobaku langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Kapolsek Lasusua, AKP Adianto, bersama tim patroli langsung meluncurkan pencarian.

“Kami menerima informasi dari Mako Polres Kolaka Utara dan langsung menuju titik lokasi dengan dipandu korban melalui sambungan telepon,” ujar Kapolsek Lasusua, AKP Adianto, yang memimpin penyisiran di lokasi kejadian.

Bimbingan komunikasi antara korban dan pihak kepolisian menjadi vital, mengingat ketidakpastian lokasi dan kondisi cuaca yang memburuk.

See also  Audit Kinerja Polres Beltim, Langkah Transparansi dalam Pengelolaan Anggaran

Sekira pukul 19.00 Wita, sekitar satu jam setelah kejadian, kapal patroli Polres Kolaka Utara akhirnya berhasil menemukan perahu nelayan yang terbalik dan kedua korban yang bertahan hidup di tengah gelombang.

Keberhasilan ini merupakan buah dari koordinasi yang cepat dan efisien, serta tindakan sigap dari personel kepolisian yang tidak hanya berpatroli untuk menjaga ketertiban, tetapi juga memiliki tugas untuk merespons situasi darurat yang terjadi di perairan.

“Alhamdulillah, kami menemukan korban dalam keadaan selamat. Kami langsung melakukan evakuasi ke atas kapal patroli,” jelas AKP Adianto, dengan penuh rasa syukur.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi korban yang dalam keadaan lelah dan terancam bahaya. Begitu berada di atas kapal patroli, Sultan dan Nawa mendapat perawatan darurat dan dipastikan aman dari ancaman lebih lanjut.

Sinergi dengan BPBD dan Masyarakat: Kerja Sama untuk Keselamatan Bersama

Penyelamatan kedua nelayan tersebut tidak hanya melibatkan Polres Kolaka Utara, tetapi juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara dan masyarakat setempat. Begitu kedua korban berhasil dievakuasi, BPBD dan warga sekitar segera hadir di lokasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.

Kerja sama antara aparat keamanan, BPBD, dan masyarakat setempat adalah contoh nyata dari pentingnya sinergi dalam menghadapi bencana dan situasi darurat.

Setelah satu jam perjalanan, Sultan dan Nawa akhirnya tiba di Dermaga Lacaria, yang juga dikenal warga setempat sebagai Rumah Biru. Di sana, mereka disambut oleh masyarakat setempat yang memberikan dukungan moral kepada kedua nelayan yang baru saja mengalami pengalaman mengerikan itu.

Tim BPBD juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik korban untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat setelah melalui peristiwa yang begitu mencekam.

Pelajaran Berharga dari Peristiwa Ini

See also  Di Balik 200 Gram Sabu, Ketika Kejahatan Terorganisir

Kisah penyelamatan Sultan dan Nawa bukan hanya tentang keberhasilan dalam menanggulangi bahaya di laut, tetapi juga memberi kita pelajaran tentang pentingnya ketangguhan mental dan fisik dalam menghadapi situasi darurat.

Peristiwa ini mengajarkan kita bahwa dalam setiap situasi krisis, kemampuan untuk tetap tenang dan mengambil tindakan yang tepat adalah kunci untuk bertahan hidup.

Selain itu, pentingnya teknologi dalam situasi darurat juga tidak bisa diabaikan. Ponsel yang digunakan Sultan, meskipun terjatuh ke laut, berhasil menjadi alat penyelamat berkat pelindung tahan air yang memudahkan komunikasi dengan pihak yang dapat memberikan bantuan.

Ini mengingatkan kita akan pentingnya peralatan yang dapat mendukung keselamatan di lapangan, terutama bagi mereka yang bekerja di lingkungan ekstrem seperti nelayan.

Tak kalah pentingnya adalah respons cepat dari aparat keamanan, dalam hal ini Polres Kolaka Utara, yang memberikan contoh bagaimana patroli rutin yang dilakukan secara profesional dapat menyelamatkan nyawa. Tim patroli tidak hanya bertugas untuk menjaga ketertiban umum, tetapi juga memiliki tugas mulia untuk merespons bencana dan kecelakaan, apapun bentuknya.

Kerja Sama yang Menyelamatkan

Kisah Sultan dan Nawa adalah cermin dari kerja keras dan dedikasi berbagai pihak yang bekerja sama untuk tujuan mulia, yakni menyelamatkan nyawa.

Tanpa koordinasi yang baik antara Polres Kolaka Utara, BPBD Kolaka Utara, dan masyarakat setempat, peristiwa ini bisa saja berakhir tragis. Sebaliknya, dengan ketangguhan, sinergi, dan kesiapsiagaan, kedua nelayan ini berhasil diselamatkan.

Semoga peristiwa ini menjadi contoh bagi kita semua tentang betapa pentingnya kerja sama antar instansi, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan situasi darurat.

Kepada Sultan dan Nawa, kami ucapkan syukur atas keselamatan mereka, dan berharap kejadian ini menjadi pembelajaran untuk semua pihak dalam menjaga keselamatan di laut. | BerageNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Viewed Posts

LAINNYA
x