MENU Tuesday, 02 Jun 2026
x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH TETAPT NYAMAN & PENUH PESONA [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [B#NEWS] MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [B#NEWS]

Sekuntum Melati ; Pintu Harapan Warga Binaan Lapas Perempuan

4 minutes reading
Wednesday, 5 Nov 2025 01:07 381 BerageNews.Com

BerageNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Di balik tembok-tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pangkalpinang, di sana tak hanya ada dinding yang membatasi, tetapi juga ada harapan yang terus tumbuh.

Sebuah harapan yang kembali menyala melalui Program Sekolah Perempuan Sekuntum Melati—sebuah inisiatif yang memberikan kesempatan bagi 81 warga binaan untuk menapaki perjalanan baru dalam hidup mereka.

Sebuah perjalanan yang tak hanya menyentuh aspek pendidikan, tetapi juga pemberdayaan, keterampilan hidup, serta penumbuhan kembali makna kemandirian bagi perempuan yang pernah terjebak dalam lingkaran keterbatasan.

Di bawah pembinaan Melati, S.H., Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra sekaligus Pembina Yayasan Sekuntum Melati, para peserta program ini diberikan berbagai pelatihan yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dengan kehidupan setelah mereka bebas. Materi pelatihan yang diberikan mencakup literasi hukum, manajemen emosi, keterampilan usaha, dan banyak lagi.

Namun lebih dari sekadar ilmu pengetahuan, program ini bertujuan untuk membangkitkan semangat juang mereka agar bisa berdiri di kaki sendiri, penuh percaya diri, dan tak lagi terbelenggu oleh masa lalu.

Dalam sesi pelatihan, para peserta diajarkan cara mengelola emosi, mengatasi trauma, dan merancang strategi untuk memulai kehidupan baru setelah mereka kembali ke masyarakat. “Kami percaya, setiap perempuan berhak mekar dalam harapan dan tumbuh dalam kemandirian,” ujar Melati dengan penuh keyakinan.

“Program ini bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi juga soal pemberdayaan dan upaya untuk memanusiakan. Kami ingin setiap perempuan yang mengikuti program ini bisa bangkit dan menghadapi dunia luar dengan kepala tegak,” lanjutnya.

See also  Bupati Sitaro Jadi Tersangka Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang

Program Sekuntum Melati ini bukan sekadar program pelatihan biasa. Ini adalah salah satu langkah untuk memecah stigma yang kerap mengiringi perempuan yang pernah terjerat masalah hukum.

Melalui pelatihan keterampilan hidup, mereka diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa masa lalu bukanlah halangan untuk masa depan yang lebih baik. Bahkan lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk membangun komunitas perempuan yang saling mendukung dan memberdayakan satu sama lain.

Keterampilan yang diajarkan tidak hanya akan membuka peluang kerja bagi para peserta, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan untuk mengelola diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka. Literasi hukum, misalnya, memberikan mereka pengetahuan untuk memahami hak-hak mereka sebagai warga negara dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi proses hukum dengan bijak dan tahu apa yang bisa mereka perjuangkan.

Di sisi lain, pelatihan manajemen emosi memungkinkan mereka untuk mengatasi konflik internal maupun eksternal dengan lebih baik, menjadikan mereka lebih tangguh menghadapi tantangan hidup.

Kegiatan ini semakin diperkuat dengan keterlibatan banyak pihak, termasuk Yayasan Sekuntum Melati yang terus berupaya memberikan dukungan pada program-program pemberdayaan perempuan di seluruh Indonesia. Melati, S.H., sebagai pembina yayasan, menegaskan bahwa peran pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan ruang yang inklusif bagi perempuan untuk berkembang.

“Pemberdayaan perempuan harus dimulai dengan memberi mereka pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk mengambil kendali atas kehidupan mereka sendiri,” kata Melati, seraya menambahkan bahwa program seperti ini harus mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari kerja keras para pengelola Lapas Perempuan Pangkalpinang yang turut mendukung penuh kegiatan pelatihan. Dengan adanya dukungan dari berbagai lembaga, mereka berharap bahwa para peserta dapat keluar dari tembok-tembok penjara dengan bekal yang cukup untuk memulai hidup baru yang lebih baik.

See also  Panglima TNI : Komitmen TNI dalam Pemulihan & Rehabilitasi Bencana

Melalui Sekuntum Melati, diharapkan bahwa setiap perempuan yang mengikuti program ini tidak hanya keluar dengan keterampilan baru, tetapi juga dengan rasa percaya diri yang baru. Mereka adalah bukti bahwa setiap perempuan, tidak peduli dari latar belakang dan masa lalunya, memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Program ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan dan pemberdayaan adalah kunci untuk mengubah kehidupan seseorang. Dengan kesempatan yang tepat, perempuan dapat mekar dalam harapan dan tumbuh dalam kemandirian—tidak hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang lebih inklusif dan setara.

Harapan memang tidak pernah pudar, bahkan di balik tembok yang tinggi. Karena sejatinya, setiap perempuan berhak untuk mekar, bahkan setelah melewati jalan yang terjal. | BerageNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Viewed Posts

LAINNYA
x