x
SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] RM BERAGE MANGGAR SEDIA ANEKA KULINER ALAMAT DEPAN KANTOR POLRES BELITUNG TIMUR [B#NEWS] SELAMAT DATANG DI MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SIAP MELAYANI PRIBADI & KELUARGA LEBIH TETAPT NYAMAN & PENUH PESONA [B#NEWS] INDRI TOUR TRAVEL RENTAL SILAHKAN HUBUNGI +62 895 330 99999 3 [B#NEWS] MEDIA ONLINE BERAGENEWS.COM HUBUNGI +62 877 495 0000 1 [B#NEWS]

Pesan Terakhir Guruh Soekarnoputra : Bersanding dengan Fatmawati

6 minutes reading
Sunday, 27 Sep 2026 23:08 416 BerageNews.Com

BerageNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, atau lebih dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra, akhirnya dimakamkan tepat di sisi pusara ibundanya, Fatmawati, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 September 2026.

Pemakaman tersebut menjadi pelaksanaan pesan yang telah disampaikan Guruh semasa hidup mengenai tempat peristirahatan terakhirnya.

Tidak hanya lokasi makam, Guruh juga telah mempersiapkan kain yang digunakan dalam penghormatan terakhirnya, termasuk dua kain batik peninggalan Fatmawati.

Keterangan mengenai kain tersebut disampaikan keluarga dan sejumlah tokoh yang hadir di rumah duka.

Guruh meninggal dunia pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun, setelah menjalani perawatan medis.

Jenazah kemudian disemayamkan di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebelum diberangkatkan menuju TPU Karet Bivak.

Sekitar pukul 12.35 WIB, jenazah tiba di kawasan pemakaman dan kemudian dimakamkan di area yang berdampingan dengan pusara Fatmawati.

Pesan mengenai lokasi pemakaman itu disampaikan antara lain oleh mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno setelah melayat ke rumah duka.

Menurut Sandiaga, Guruh telah menyampaikan keinginannya agar dimakamkan di Karet Bivak. Persiapan kain yang akan digunakan untuk pemakaman juga disebut telah dilakukan sebelumnya.

Karena itu, istilah “wasiat terakhir” dalam pemberitaan mengenai kain dan lokasi makam tersebut merujuk pada keterangan orang-orang yang mengetahui persiapan pemakaman, bukan pada dokumen wasiat tertulis yang dipublikasikan kepada masyarakat.

Ada satu detail yang membuat prosesi tersebut memiliki makna personal yang kuat. Guntur Soekarnoputra menjelaskan bahwa kain kafan Guruh dilapisi kain ihram yang digunakan dalam ibadah umrah terakhirnya.

Selain itu, jenazah Guruh ditutup dengan dua kain batik yang merupakan peninggalan Fatmawati. Menurut Guntur, kain-kain tersebut sudah dipersiapkan Guruh sebelumnya.

Pilihan itu sekaligus mempertemukan dua bagian penting dalam perjalanan hidup Guruh.

See also  Kepedulian di Manggar, Bantuan Kubah & Karpet Sajadah Masjid At-Taqwa

Kain ihram berkaitan dengan perjalanan ibadahnya, sedangkan kain batik peninggalan Fatmawati menghubungkan prosesi terakhirnya dengan sosok ibu yang telah meninggal 46 tahun sebelumnya.

Fatmawati wafat pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur setelah mengalami serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang dari ibadah umrah di Makkah.

Ia kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Catatan tersebut terdapat dalam sumber pemerintah dan arsip kebudayaan, sehingga tanggal dan tempat wafat Fatmawati tidak semata-mata berasal dari pemberitaan mengenai pemakaman Guruh.

Jarak waktu antara kepergian ibu dan anak itu mencapai 46 tahun. Guruh lahir pada 13 Januari 1953 sebagai anak bungsu dari pasangan Soekarno dan Fatmawati.

Arsip Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan ANRI mencatat bahwa sejak kecil Guruh sudah menunjukkan ketertarikan kuat terhadap kesenian.

Ia belajar tari Jawa, Sunda dan Bali, bermain piano, membentuk kelompok musik sejak remaja, kemudian mengembangkan perjalanan panjang sebagai pencipta musik, koreografer dan penggagas pertunjukan seni.

Hubungan Guruh dengan lingkungan keluarganya juga pernah ia ceritakan sendiri dalam diskusi sejarah lisan yang digelar Arsip Nasional Republik Indonesia pada 2024.

Guruh mengisahkan bahwa sejak kecil dirinya dan saudara-saudaranya dididik Soekarno dan Fatmawati untuk dekat dengan masyarakat.

Lingkungan masa kecil di Istana Merdeka, menurut penuturannya, mempertemukannya dengan anak-anak pegawai istana dari berbagai latar belakang, mulai dari tukang kebun, koki dan pelayan hingga anak menteri serta diplomat.

Ia menyebut pola pendidikan tersebut sebagai bagian yang disyukurinya hingga masa tua.

Fatmawati sendiri bukan sekadar ibu bagi Guruh, tetapi juga figur penting dalam sejarah Indonesia. Pemerintah mencatat perannya sebagai penjahit Bendera Pusaka Merah Putih yang dikibarkan pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Fatmawati kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2000 melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TK/2000. ANTARA dan Kementerian Sosial juga mencatat perjalanan hidup serta kontribusinya dalam periode perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Guruh bahkan pernah memberikan kesaksian mengenai karakter ibundanya dalam pengantar buku tentang Fatmawati.

Kementerian Sosial mengutip Guruh yang menggambarkan Fatmawati sebagai sosok dengan keyakinan yang menurutnya melampaui daya pikir orang lain.

See also  Evaluasi Kinerja Pegawai PPPK Tuban, 41 Orang Diputus Kontraknya

Kesaksian tersebut penting karena menunjukkan bahwa hubungan Guruh dengan Fatmawati tidak hanya terlihat dari hubungan keluarga, tetapi juga dari penghargaan Guruh terhadap peran sejarah ibundanya.

Kecintaan Guruh terhadap kebudayaan Indonesia kemudian berkembang menjadi perjalanan seni yang panjang.

ANRI mencatat bahwa Guruh mendirikan Swara Mahardhika pada 27 Maret 1977. Sebelumnya, ia terlibat dalam proyek Guruh Gipsy yang mempertemukan musik modern dengan unsur gamelan Bali.

Gagasan tersebut kemudian berkembang dalam berbagai pagelaran besar yang menggabungkan musik, tari, koreografi, busana dan elemen budaya Nusantara.

Jejak tersebut membuat nama Guruh tidak hanya tercatat sebagai putra Presiden Soekarno. Ia membangun identitasnya sendiri melalui seni.

Proyek Guruh Gipsy, Swara Mahardhika dan berbagai pertunjukan karya cipta menjadi bagian dari perjalanan perkembangan seni pertunjukan Indonesia pada dekade 1970-an hingga 1980-an.

Sejumlah karya dan pertunjukannya mempertemukan unsur tradisional dengan pendekatan modern, sebuah pendekatan yang kemudian menjadi salah satu ciri penting perjalanan kreatifnya.

Penghormatan terhadap perjalanan Guruh juga muncul dalam sambutan keluarga pada pemakamannya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang hadir mewakili keluarga menyampaikan bahwa kepergian Guruh merupakan kehilangan bagi dunia seni dan kebudayaan Indonesia.

Rano menggambarkan Guruh sebagai seniman yang mengekspresikan kecintaannya terhadap Indonesia melalui lagu, panggung, karya seni dan penggalian tradisi.

Pandangan serupa disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof. Muhadjir Effendy, dalam catatan penghormatan yang dikutip sejumlah media.

Muhadjir menyoroti perpaduan idealisme, nasionalisme dan kebudayaan dalam karya Guruh.

Ia juga mengaitkan Guruh dengan gagasan penghormatan kepada Fatmawati, termasuk pembangunan monumen yang menggambarkan Fatmawati menjahit Sang Saka Merah Putih di Bengkulu. Monumen tersebut diresmikan pada 5 Februari 2020.

Jejak penghormatan Guruh terhadap ibundanya tidak berhenti pada simbol kain batik. Menurut keterangan Muhadjir, Guruh juga pernah memiliki gagasan membangun Masjid Hj. Fatmawati di atas tanah miliknya di kawasan Cirendeu, Ciputat.

Gagasan itu disebut belum terealisasi sampai Guruh meninggal dunia. Informasi tersebut sebaiknya ditempatkan sebagai keterangan Muhadjir mengenai rencana Guruh, bukan sebagai proyek yang sudah selesai dibangun.

See also  Catatan Moral Ridwan Kamil di Tengah Gugatan Cerai Atalia Praratya

Pada hari pemakaman, suasana haru terlihat ketika keluarga mengantar Guruh ke liang lahat. Megawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guntur Soekarnoputra hadir dalam prosesi tersebut.

Setelah pemakaman, Megawati dan Sukmawati menjadi bagian keluarga yang menaburkan bunga serta menyiramkan air mawar di pusara Guruh. Puan Maharani dan keluarga lainnya kemudian mengikuti prosesi penghormatan terakhir tersebut.

Keranda Guruh diberangkatkan dari rumah duka dengan peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih. Prosesi itu berlangsung sekitar tengah hari sebelum jenazah dibawa menuju TPU Karet Bivak.

Sejumlah pelayat dan keluarga mengiringi perjalanan tersebut. Laporan lapangan dari detikcom, Okezone, kumparan dan Bisnis.com memberikan dokumentasi visual mengenai keberangkatan serta prosesi pemakaman.

Di TPU Karet Bivak, makam Guruh akhirnya berada berdampingan dengan makam Fatmawati. Dengan demikian, keinginan mengenai lokasi peristirahatan terakhir yang disampaikan sebelum wafat benar-benar terlaksana.

Di tempat itu pula perjalanan dua generasi keluarga Soekarno-Fatmawati kembali bertemu dalam ruang yang sama: Fatmawati, tokoh sejarah yang wafat pada 1980, dan Guruh, anak bungsunya yang menghabiskan puluhan tahun mengembangkan seni dan kebudayaan Indonesia.

Kisah dua kain batik peninggalan Fatmawati karena itu tidak sekadar menjadi detail dalam prosesi pemakaman.

Berdasarkan keterangan keluarga, kain tersebut memang telah dipersiapkan Guruh sebelum wafat. Namun, makna yang lebih luas dari benda tersebut berada pada konteks hubungan seorang anak dengan ibunya: Guruh memilih membawa peninggalan Fatmawati dalam perjalanan terakhirnya, sementara makamnya kini berada di sebelah pusara sang ibu.

Bagi dunia seni Indonesia, kepergian Guruh menutup satu bab panjang perjalanan seorang seniman yang memilih mengolah identitas kebangsaan melalui musik, tari dan pertunjukan.

Bagi keluarga, pemakaman di Karet Bivak sekaligus memenuhi pesan yang telah disampaikan sebelumnya.

Dan bagi catatan sejarah keluarga Soekarno-Fatmawati, 26 September 2026 menjadi tanggal ketika Guruh akhirnya beristirahat di sisi ibundanya, 46 tahun setelah Fatmawati lebih dahulu meninggalkan dunia. | BeageNews.Com | */Redaksi | *** |

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Viewed Posts

Media Sosial

LAINNYA
x